all

CONTOH SURAT PEMBACA

Televisi Tanpa Gambar

Sudah lama televisi di kelas IX B SMP N 1 Godean rusak. Pada umumnya ketika televisi dihidupkan pasti akan muncul suara dan gambar (tayangan). Pada awalnya jika televisi dikelas IX B ini dihidupkan  akan muncul suara dan gambar, tetapi gambar yang muncul hanya disebagian layar televisi bagian atas. Tetapi lama kelamaan ketika televisi dihidupkan akan muncul suara dan gambar, tetapi gambar yang muncul berpindah hanya disebagian layar televisi bagian bawah. Dan saat ini, ketika televisi dihidupkan hanya muncul suaranya saja, tidak ada gambar/tayangan yang terlihat. Terus terang hal ini sangat kami sayangkan, karena seharusnya fasilitas sekolah seperti televisi ini dapat dipergunakan untuk menambah ilmu pengetahuan kami. Mohon pihak sekolah segera menanggapi keluhan ini. Terimakasih….

Radinda Aulia W, siswa kelas IX B

SMP N 1 Godean 

Sidoluhur, Godean, Sleman Yogyakarta

 

Analisis Surat Pembaca :

 

Apa

Televisi di ruang kelas IX B tidak muncul gambarnya, hanya suaranya saja

di mana

Di SMP N 1 Godean,  Sidoluhur, Godean, Sleman Yogyakarta

Kapan

Sekarang (saat surat pembaca ditulis)

Siapa

Yang mengirim: siswa, Radinda Aulia W, siswa kelas IX B

Mengapa

Sebenarnua fasilitas sekolah seperti televisi ini dapat dipergunakan untuk menambah ilmu pengetahuan siswa

Bagiamana

Pihak sekolah segera menanggapi keluhan ini.

 

MAULUD NABI MUHAMMAD SAW

Assalamualaikum wr.wb

Para pepundhen para sesepuh pinisepuh ingkang dhahat kinabekten. Bapak – bapak, Ibu-ibu, lan para rawuh kakung miwah putri ingkang sinuba ing pakurmatan. Sumangga kita sami ngaturaken puji syukur wonten ngarsanipun Gusti ingkang Maha Kuwaos, ingkang sampun paring barokah lan kanikmatan, satemah kita saged makempal wonten ing adicara kalenggahan punika kanthi manggih karaharjan.

Para jamaah ingkang satuhu kinurmatan temtuipun taksih kita enget kita nembe kemawon mengeti Maulid Nabi pramila ing titiwanci punika kula badhe ngaturaken bab “ Akhlak Dumateng Kanjeng Nabi Muhammad ” . Wonten pinten pinten sikap lan tumindak mulyo ingkang kedah dipun tumindakaken wonten ngersanipun Kanjeng Nabi Muhammad SAW antawisipun:

  1. Pitados, tansah tunduk lan kedah nderek sunnah ipun

Kito  wajib pitados jiwo lan rogo  bilih kanjeng Nabi  Muhammad  Saw   meniko dados utusanipun ngerso dalem  Gusti  Alloh Swt, ingkang pareng pitedah lan        marengaken  Wahyunipun Alloh  kangge kamulyanipun sedoyo umat wonten  ing ngalam ndonyo dumugi alam  kelanggengan.

Mbangun miturut Kanjeng  Nabi ndadosaken kewajiban supados ngimani dumateng  Rosul , amargi purun mboten purun  menawi kito sampun pitados  dumateng  Kanjeng Nabi Muhammad  kedah tunduk  lan nglampahi  menopo ingkang dados  sabdo dalem  Rosululloh. Nderek Nabi Muhammad SAW lan mbangun miturut dumateng sunnahipun dados satunggaling kwajiban ingkang kedah dipun lampahi sok sinteno kemawon, kados ingkang isyarataken Al-Quran:

 

 

 

 

 

“Sak temene wis ana marang (panjenengane) Rasullullah iku suri tauladan kang becik             kanggonamu yaiku kanggone wong-wong kang ngarep-arep (rahmat) Allah lan temekane dino Kiamat sarto deweke akeh nyebut Allah” ? (Al-Ahzab 21)

  1. 2.      Nresnani Rasullullah

Allah dawuh dumateng tiyang tiyang ingkang nggadahi iman supados nresnani dumateng Rasullullah. Monggo kita nyobi lan budi doyo kangge nunggak semi raos mbangun miturut/patuh lan taat dumateng Kanjeng nabi SAW kanthi :

  1. Nderek sabdo pangandikanipun lan tumindakipun, taat dawuhipun lan ngedohi awisanipun lan nderek ngraosaken kasusahanipun lan panandangipun.
  2. Budi doyo nda;emipun ambangun sikap teges dumateng tiyang sanes kanthi

pangajeg pikantuk ridhonipun lan tresnonipun Allah SWT. Sabda Rasullullah :

“ sing sopo wonge ngurip urip sunahku, sejatine deweke wis tenan tresno marang aku, lan sapa sing nresnani aku, mula deweke bakal bebarengan aku mlebu swarga”

  1. Istiqomah maos donga kangge kanjeng nabi Muhammad SAW knathi waosan shalawat, tassalim, lsp

Ing pungkasaning atur kula, monggo kita sedaya nyuwun hidayah, qudrat lan iradat Allah SWT supados kita nggadahi raos ajrih, patuh, lan dipun paringi kekiatan kangge nderek napak tilas tumindakipun kanjeng nabi SAW, ingkang leres saking wahyunipun Allah SWT. Semanten atur kula kathah pinanggih kelepatan kula nyuwun agunging pangapunten. Billahitaufik wal hidayah.

Wassalamualaikum wr.wb.

 

Si Cebol Rindukan Bulan

Sinopsisnya :

Amat Pendek adalah penduduk Ulakkarang yang paling kaya, tetapi bersifat angkuh dan gila hormat, sehingga orang memberikan gelar Sutan Pandeka. Dia sebenarnya bukan keturunan orang bangsawan, maka dengan segala daya upaya ia berusaha agar dapat menjadi menantu bangsawan kota Padang. Keangkuhan Sutan Padeka tersebut telah menimbulkan kebencian orang kampungnya, sehingga ia selalu menjadi ejekan orang dimana-mana dan diberi gelar Penghulu Wjik X, suatu gelar ejekan, karena kota Padang hanya dibagi menjadi 9 Wijk saja.

Berbeda dengan ayahnya, Fatimah adalah seorang gadis yang berbudi dan rendah hati. Baginya manusia sama saja, baik melarat atau bukan bangsawan maupun kaya atau bangsawan. Fatimah sendiri sudah lama bertunangan dengan seorang pemuda melarat dan bukan keturunan bangsawan bernama Didong. Ia bekerja disuatu kantor dan seseorang yang mempunyai sopan santun yang baik.

Hubungan antara Fatimah dan Didong tidak disenangi oleh Sutan Pandeka yang berhasrat hendak bermenantukan orang bangsawan. Dengan diam-diam Sutan Pandeka mengajak Sutan Ajis (anak seorang bangsawan kota Padang) berkunjung kerumahnya dan memperkenalkan anak muda yang berhidung belang itu dengan Fatimah. Fatimah menerima kedatangan Sujtan Ajis itu dengan hormatnya, karena hendak menjaga hati ayahnya semata-mata. Sutan Ajis sendiri setelah kecantikan dan kehalusan budi bahasa Fatimah tertarik hendak memperistrinya, lebih-lebih karena melihat harta kekayaan Sutan Pandeka yang tak terkira banyaknya itu dengan perhitungan bahwa pastilah harta tersebut akan jatuh ke tangannya kelak, jika ia telah menjadi menantu Sutan Pandeka.

Sejak itu Sutan Ajis semakin sering berkunjung ke rumah Sutan Pandeka untuk memikat hati anak gadisnya. Melihat hal itu Didong merasa tersinggung, karena dia menyangka Fatimah telah menghianati cintanya selama ini.

Pada tanggal 10 Muharam, di Pariaman diadakan perarakan tabut untuk memperingati Hasan-Husin. Fatimah dipaksa oleh ayahnya  melihatnya. Dengan bendi yang  dikirim oleh  Sutan Ajis, Fatimah bersama ayahnya pergi ke Pariaman . Di tengah jalan Fatimah melihat Didong lalu memanggilnya, namun kuda penarik bendi itu telah berlari dengan cepatnya. Setelah berpikir sebentar Didong  ingat bahwa di Pariaman ada parakan. Didong yakin bahwa Fatimah pergi juga kesana. Maka diambilnya sepedanya dan dikayuhnya ke Pariaman selama 4 jam. Dengan hati yang panas bercampur sedih, diikutinya bendi yang dinaiki Fatimah bersama Sutan Ajis itu. Pada suatu tempat yang agak sepi kelihatan oleh Didong Fatimah ditarik oleh Sutan Ajis dengan maksud hendak merusak kehormatan Fatimah. Teriakan Fatimah menbuat Didong bertindak cepat dan Sutan Ajis diserangnya. Perkelaian hebat yang terjadi antara keduanya menyebabkan Sutan Ajis mendapat cedera. Sutan Ajis mengadukan peristiwa tersebut kepada polisi yang menyebabkan Didong ditangkap dan dimasukkan kedalam penjara.

Sejak peristiwa itu Fatimah jatuh sakit. Tubuhnya kian hari kian kurus, mukanya pucat sedang matanya cekung, karena mengenang Didong yan telah membela kehormatannya itu telah berada dalam penjara.

Penderitaan Fatimah itu tidak dihiraukan oleh Sutan Pandeka bahkan pada suatu hari ia mendatangi rumah orang tua Sutan Ajis dan menintanya agar Sutan Ajis diperkenankan jadi menantunya untuk dinikahkan dengan Fatimah. Permintaan itu ditolak oleh orangtua Sutan Ajis.

Penyakit Fatimah yang makin parah itu menyebabkan Sutan Pandeka menjadi bingung. Ia mulai menyesali dirinya yang tidak mengindahkan perasaan anak kandungnya, karena hanya terdorong oleh memperturutkan napsunya sendiri saja. Tetapi hal itu sudah terlambat.

Untuk menghibur hati Fatimah, Sutan Pandeka berjanji akan beusaha agar Didong segera dilepaskan dari penjara. Dengan pertolongan seorang pengacara dan karena ternyata pula tidak bersalah, maka Didong pun dibebaskan. Didong bergegas pergi menjenguk fatimah; tetapi sayang sekali ia gagal menemuinya, karena sesampai di sana dijumpainya Fatimah sudah meninggal. Hal itu menyebabkan Didong menjadi berubah ingatan.

Sepeninggal anaknya, Sutan Pandeka pergi meninggalkan kampung halamannya menuju Bukit Tinggi. Disana ia berjual cambuk dan cemeti. Sering pula ia nampak di stasiun Bukit Tinggi seperti orang gila. Itulah itu akibatnya kalau si cebol merindukan bulan.

  1. Unsur Ekstrinsik
  • Pengarang       : Aman Datuk Madjoindo

Beliau adalah seorang sastrawan Indonesia dari angkatan 20             atau Angkatan Balai Pustaka. Beliau adalah seorang tokoh Balai Pustaka. Setelah beberapa tahun menjadi guru, ia bekerja di Balai Pustaka. Mula mula menjadi korektor, kemudian sebagai redaktur dan redaktur kepala sampai berpensiun.Aman Datuk Madjoindo lebih  terkenal namanya sebagai pengarang buku bacaan anak-anak.

  1. Unsur Intrinsik
  • Judul               : Si Cebol Rindukan Bulan

Judul ini diambil dari kalimat menarik didalam novel.

  • Tema               : Percintaan . Karena menceritakan kisah percintaan yang tak                                     sampai antara Fatimah dan Didong.
  • Latar sosial      : Tradisional . Karena kendaraan waktu itu masih menggunakan                                 bendi.

Latar tempat    : Rumah Sutan Pnadeka, Bukit Tinggi, Padang, Stasiun Bukit                                    Tinggi, Penjara, dan di Pariaman

Latar waktu     : tanggal 10 Muharam

Latar suasana  : tegang. Contohnya saat berkelahi.

  • Bahasa             : Bahasa Melayu

Gaya Bahasa   :  Si Cebol Merindukan Bulan :  Alegori

Dengan hati yang panas       : Metafora

  • Alur                 :  Maju. Karena didalam sinopsis tersebut menceritakan tentang                                 kisah cinta Fatimah dan Didong hingga akhirnya mereka tidak                                  dapat bersatu karena ajal telah menjemput Fatimah.

Konflik            :  Batin. Ketika Fatimah cinta terhadap Didong tetapi ayahnya                                  ingin menikahkan Fatimah dengan anak seorang bangsawan                                      kaya bernama Sutan Ajis

Fisik. Ketika Didong menyerang Sutan Ajis yang ingin                                            merusak kehormatan Fatimah.

  • Sudut Pandang: Orang ketiga serba tahu. Buktinya pengarang bisa tau isi hati                                 Sutan Ajis ketika ia mulai tertarik kepada Fatimah dan berniat                                 untuk memperistrinya.
  • Penokohan      : Fatimah         : berbudi baik dan rendah hati. Dapat dilihat dari                                                         tingkah laku tokoh dan diceritakan langsung                                                             oleh pengarang .

Amat Pendek/Sutan Pandeka: angkuh, jahat, sombong, tidak                                     perhatian, dan gila hormat. Watak diceritakan                                    langsung oleh pengarang.

Sutan Ajis       : bejat dan gila harta . Watak diceritakan                                            langsung oleh pengarang.

Didong            : Suka menolong, tulus dan baik hati. Watak                                                   diceritakan langsung oleh pengarang dan dapat                                 dilihat dari tingkah lakunya.

  • Amanat           :  Dengarlah pendapat orang lain. Jangan  egois dengan                                               pendapat diri sendiri.

Jadilah orang yang suka menolong.

Jadilah orang yang selalu setia dengan siapapun (pasangan).

Jangan jadi orang yang gila harta

Cinta Monyet

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yang terhormat Ibu Puji Lestari selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, serta teman-temanku yang saya sayangi dan saya banggakan.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan inayahNya kepada kita sehingga pada kesempatan ini kita dapat berkumpul tanpa ada halangan apapun. Sholawat serta salam senantiasa kita sanjungkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-nantikan syafangatnya di yaumul kiamah. Amin….

Saya ucapkan terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menyampaikan pidato berjudul “Cinta Monyet”.

Mengapa ada istilah cinta monyet? Apa ada hubungannya dengan monyet? Tidak ada yang mengetahui asal-muasal istilah ini. Tidak ada satu pun kamus yang mengaitkannya dengan binatang monyet. Tetapi banyak orang yang mendefinisikan cinta monyet adalah cinta-cintaan para remaja di usia mereka yang bisa dibilang masih kecil. Masa SMP menjadi masa yang menyenangkan ketika cinta monyet itu bersemi. Dunia remaja memang unik, sejuta peristiwa terjadi dan sering diciptakan dengan ide-ide cemerlang dan menarik. Salah satu hal yang menarik dan terjadi dalam dunia remaja adalah trend berpacaran atau yang sering disebut cinta monyet, memang digemari sebagian remaja. Cinta monyet dan pacaran itu saling berkaitan dan bisa dibilang satu makna. Sebagian ada yang mendifinisikan pacaran adalah ajang untuk mendapatkan kepuasan libido seksual, atau pacaran hanya sebagai label ”saya punya pacar dan dapat mendongkrak percaya diri”. Ataukah pacaran adalah suatu hal yang penting karena dengan pacaran kita punya seseorang yang bisa membantu kita dalam mengatasi persoalan hidup.Sebenarnya  untuk definisi pacaran itu tergantung pemikiran setiap orang, ada yang menganggap penting adapun yang menganggap tidak penting.

Pada zaman dahulu mereka yang sudah menjalin cinta monyet terkesan malu-malu saat ada orang yang tau kalau mereka menjalin hubungan lebih dari teman. Hal itu berbanding terbalik dengan gaya cinta monyet anak sekarang. Mereka justru dengan bangganya mengumbar jalinan cinta monyetnya.

Sebenarnya banyak faktor yang mengakibatkan anak menjalin cinta monyet dengan lawan jenisnya. Antara lain :

  1. Pertama trend. Pacaran dianggap trend dikalangan pelajar, dan bila tidak memiliki pacar maka anak tersebut terlihat ketinggalan trend atau lebih dikenal katrok.
  2. Malu dengan teman yang punya pacar, sedangkan kita tidak punya pacar. Sebenarnya kita tidak usah merasa malu ketika kita tidak mempunyai pacar. Justru kita harus bangga karena kita masih bisa menjaga hawa nafsu kita terhadap lawan jenis.
  3. Korban sinetron. Bagi para pelajar yang gemar menonton sinetron terkadang pikiran mereka terforsir di sinetron. Maka tak jarang di antara mereka banyak yang ikut-ikutan pacaran seperti yang ada di sinetron.
  4. Munculnya ketertarikan karena penampilan fisik, kemampuan (pintar), karakteristik atau sifat misalnya sabar, penyayang, humoris, dan lain-lain. Menurut para ahli, umumnya laki-laki  pada pandangan pertama lebih tertarik pada penampilan fisik. Sedangkan perempuan lebih karena karakteristik atau kemampuanyang dimiliki sang cinta monyet.
  5. Kurang kasih sayang dari orang-orang di sekitarnya.
  6. Lingkungan keluarga. Misalnya, si anak sering melihat kakak-kakaknya berpacaran atau berduaan di rumah, sehingga si anak ini merasa juga ingin memiliki pacar.
  7. Kurangnya iman dan taqwa. Minimnya pengetahuan para pelajar bahwa pacaran / cinta monyet itu haram dalam agama islam.
  8. Pelajar kadang merasa bosan dengan hidupnya yang biasa-biasa saja, terlalu bosan dengan suasana pembelajaran dan ingin mendapatkan sensasi baru. Remaja memang memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Maka tidak mengherankan, jika pelajar ingin tahu bagaimana rasanya memiliki pacar. Mungkin dengan memiliki pacar perasaan mereka akan lebih bahagia dan hidupnya lebih berwarna tidak hanya berkaitan dengan belajar.
  9.  Ingin mempunyai orang yang bisa diajak curhat. Terkadang, anak sering merasa malu jika ingin curhat kepada orang tuanya. Sehingga mereka lebih memilih mencari pacar untuk tempat curhat.
  10. Dan faktor yang terakhir adalah faktor perasaan. Banyak di antara pelajar yang tidak dapat memendam rasa sukanya terhadap lawan jenis. Mereka tidak ingin kalah dengan saingannya yang suka juga dengan orang yang disukainya. Sehingga si anak memutuskan untuk menjalin cinta monyet.

Banyaknya faktor yang mempengaruhi para remaja menjalin cinta monyet memang banyak sekali. Lebih dari 60% pelajar masa kini sudah pernah bahkan sedang menjalin cinta monyet. Sebenarnya jalinan cinta monyet yang sering disebut pacaran ini menimbulkan berbagai dampak. Baik dampak positif maupun dampak negatif. Antara lain :

1. Dampak Positif

  1. Problema cinta seperti patah hati, naksir dan perselingkuhan bisa menjadi sebuah pengalaman yang mendukung kita menjadi lebih dewasa dan matang
  2. Pacar bisa memberikan motivasi kepada kita agar dapat berpikir  kedepan.
  3. Dengan cinta dapat mengubah perilaku seseorang menjadi lebih baik dari sebelumnya. Misalnya seseorang yang tadinya malas belajar mendadak jadi rajin belajar karena dorongan dari sang pacar.
  4.  Belajar mengenal dan menerima orang lain dalam kehidupan pribadi.
  5. Mempunyai teman curhat.
  6. Mempunyai orang yang dapat menemani di setiap suka duka kehidupan.
  7. Mempunyai orang yang bisa menjadi motivator kita di setiap waktu.

2. Dampak Negatif

  1. Pacaran yang tidak sehat dapat menimbulkan seks bebas (freesex).
  2. Bisa menurunkan prestasi belajar. Misalnya ketika waktu belajar tetapi tidak untuk belajar, malah dipergunakan untuk sms-an, fb-an,  twitter-an, dll.
  3. Menimbulkan banyak dosa.

Dari berbagai dampak negatif diatas ada beberapa upaya untuk mengatasiya. Antara lain:

  1. Mensosialisasikan gaya pacarn sehat. Gaya pacaran sehat mengambil konsep yang positif, dimana remaja akan sehat fisik, tidak meruasak diri sendiri dan orang lain.
  2. Memberikan informasi yang cukup mengenai seks.Pendidikan seks adalah suatu hal yang penting agar remaja sejak dini mengetahui tentang pendidikan seks.
  3. Menggunakan aspek agama.Dalam hal ini remaja harus mempertimbangkan aspek agama, yang melarang tindakanseksualitas diluar nikah.
  4. Menggunakan aspek budaya.Budaya yang ketimuran perlu diajarkan pada remaja. Menggunakan pendekatan, tindakan represif, kuratif dan rehabilitasi.
  5. Menyediakan sarana-sarana tempat remaja mengaktualisasikan bakat dan potensi.
  6. Pacaran yang Sehat dan Bertanggung Jawab

Pacaran yang sehat dapat dilakukan, adapun langkah-langkahnya sebagai berikut

  • Saling terbuka, mau berbagi pikiran dan perasaan secara terbuka, jujur, mau berterus terangdengan perasan kita terhadap tingkah laku pacar. Siap nerima kritik dan kompromi.
  •  Menerima pacar apa adanya yang dilandasi oleh perasaan sayang. Tidak menuntut sesuatu yang berada di luar kemampuannya.
  •  Saling menyesuaikan. Kalau dalam proses ini terlalu sering ribut, maka perlumempertimbangkan kemungkinan berpisah.
  •  Tidak melibatkan aktivitas seksual karena dapat mengaburkan proses saling mengenal danmemahami satu sama lain.
  •  Mutual dependensi, masing-masing merasakan adanya saling ketergantungan satu sama lain.Oleh karena itu, diharapkan kita dan pacar mampu melengkapi kekurangan, sedangkan kelebihan yang dimiliki diharapkan mampu menutupi kekurangan pasangan.
  • Mutual respect , saling menghargai satu sama lain dalam posisi yang setara.

Dari uraian tadi, dapat kita simpulkan bahwa pacaran adalah sesuatu yang khas dengan dunia remaja. Mereka mulai mengenal cinta setelah pubertas. Tetapi pacaran pada anak remaja harus bersifat sehat dan positif, karena dengan pacaran yang sehat mereka tidak akan tersesat dalam gaya hidup bebas.Pacaran dapat memberikan dampak yang positif bagi remaja, akan tetapi dilain pihak sisi negatifnya juga banyak. Maka untuk itu kita harus mengkondisikan agar remaja berpacaran yang positif.Untuk itu diperlukan kerja sama dari berbagai pihak agar remaja tidak terjerumus kedalam pacaran yang tidak sehat yang mengarah pada freeseks Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan, kurang dan lebihnya saya mohon maaf.

Wassalamualikum wr.wb.

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh……

Karaharjan, katentreman sarta kabagyan caos dalem Allah ingkang Maha Asih  mugi tansah kajiwa kasarira dening panjenenganipun para rawuh ingkang minulya.

Para pepundhen para sesepuh pinisepuh ingkang dhahat kinabekten. Bapak – bapak, Ibu-ibu, lan para rawuh kakung miwah putri ingkang sinuba ing pakurmatan. Sumangga kita sami ngaturaken puji syukur wonten ngarsanipun Gusti ingkang Maha Kuwaos, ingkang sampun paring barokah lan kanikmatan, satemah kita saged makempal wonten ing adicara kalenggahan punika kanthi manggih karaharjan.

Sampun dungkap titi laksana purwaning gati, keparenga atur uninga menggah reroncening adicara.

  1. Adicara ingkang angka sapisan, pambuka,
  2. Angka kalih waosan kitab suci Al-Qur’an,
  3. Dene ingkang angka tiga inggih punika atur pambagyaharja,
  4. Adicara ingkang angka sekawan inggih punika pengaosan,
  5. Lan adicara angka gangsal utawi ingkang pungkasan inggih punika panutup.

Mekaten para rawuh ingkan minulya rantamaning adicara ing kalenggahan punika. Minangka pratanda pambukaning adicara, sumangga kula dherekaken sesarengan manungku puja konjuk wonten ngarsa dalem Allah ingkang Maha Kuwaos kanthi maos basmalah sareng-sareng. Sumangga kula dherekaken. Bismillahirrahmanirakhim……..

Matur nuwun. Mugi-mugi kanthi bacaan basmalah kalawau hadicara punika saged kalampahan kanthi sae mboten wonten rubedo satunggal punapa.

Adicara ingkang angka kaih inggih punika waosan kitab suci Al-Qur’an dening Bisri Mustofa. Wekdal saha papan kula sumanggakaken. Matur nuwun.

Para rawuh ingkang satuhu kinurmatan, adicara ingkang angka tiga inggih menika atur pambagyaharja ingkang samangke badhe kaselirani dening Bapak Anwar . Dhumateng panjenenganipun Bapak Anwar wekdal saha papan kula sumanggakaken.

Matur nuwun. Ndungkap adicara ingkang saklajengipun inggih punika adicara inti pangaosan kangge mengeti Maulud Nabi Muhammad SAW. Awit saking punika dhumateng Kyai H.Muhammad Nurrokhman wekdal saha papan kula sumanggakaken.

Matur nuwun dhumateng Kyai H.Muhammad Nurrokhman ingkang sampun maringi kawruh dhateng kita sedaya supados tetep njagi agami kita, agami islam supados  tetep jejeg.

Para lenggah ingkang kula kurmati, ngancik adicara ingkang angka gangsal inggih punika panutup. Sumangga adicara wonten ing  dalu menika kita pungkasi kanthi waosan Hamdalah sesarengan. Alhamdulillahirabilngalamin………….

Wonten ing pungkasaning atur, kula minangka pranata adicara bok bilih wonten galap gangsuling atur, kula nyuwun agungih pangaksami.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

h

Sesorah

Assalamualiakum Wr.Wb

Panjenenganipun Bapak Edi minangka Kepala Desa ingkang satuhu dahat kinurmatan

Panjenenganipun Bapak yanto minangka Kepala Dusun ingkang tuhu minulya ing budi

Bapak Ketua Takmir Masjid Watukarung ingkang minulya

Bapak/Ibu ingkang tansah bagya mulya

Lan para kanca ingkang kula tresnani

Langkung rumiyin sumangga kula lan panjenengan ngaturaken puji syukur wonten ngarsanipun Gusti ingkang Maha Kuwaos, ingkang sampun paring barokah lan kanikmatan dhumateng kula lan panjenengan. Satemah kita saged makempal wonten ing acara “ Pengajian Rutin Remaja Masjid” menika tanpa alangan satunggal menapa.

Para jamaah ingkang satuhu kinurmatan. Kepara ing titiwanci punika kula badhe ngaturaken bab pentingipun nindhakaken sholat 5 wekdal.

Wektu sakniki kathah sanget tiyang ingkang boten nindhakaken sholat. Langkung-langkung sholat wonten masjid. Kepara tiyang luwih remen dolan utawi ngrumpi katimbang nindhakaken salah sawijining rukun islam punika.

Agami  islam menika dipun dhasaraken kanthi gangsal prekawis ingkang kasebut rukun islam. Sahadat, sholat, siam, zakat,  lan ibadhah haji punika  kalebet ing 5 prekawis wonten ing rukun islam. Nanging ibadah ingkang paling pokok inggih menika nindhakake sholat wajib 5 wekdal. Pentingipun sholat kadhos pangandhikanipun kanjeng nabi mekaten “Assolatungimadudin fakot akomaha fakot akomadin fakot arokaha fakot hadamadin ” ingkang ngartosipun sholat punika cagakipun agami islam. Sinten kemawon ingkang nindhakaken sholat ateges njejegkakaen agami. Lan sinten ingkang nilaraken sholat ateges tiyang punika ngebrukaken agami. Pramila menika tiyang ingkang agami islam kedhah nindakakan sholat 5 wekdal. Sholat menika ngibadah langsung dumateng Gusti Allah, mila tiyang ingkang sholat punika kedhah suci saking najis. Sae agemanipun, papanipun  lan manahipun. Mangga kula lan panjenengan nindhakaken ibadhah sholat kanthi suci supaya agami islam tetep jejeg.

Makaten ingkang dados atur kula. Kathah pinanggih kelepatan kula nyuwun agunging pangapunten. Matur nuwun

Wassalamualaikum Wr. Wb.

.

Tag Cloud